Usai Menyentuh Ikan, Cuci Tangan dengan Sabun

Kompas.com - 18/04/2010, 22:16 WIB

KOMPAS.com - Kebiasaan mencuci tangan tentu saja positif sebagai pencegahan dari infeksi karena terpapar kuman atau bakteri. Namun tindakan preventif ini tak perlu dilakukan berlebihan. Misalnya dengan harus selalu mencuci tangan menggunakan sabun antimikroba.

Komite Penasehat FDA (Food and Drugs Association) di Amerika menyatakan, tidak ada bukti kuat yang menegaskan sabun mengandung antimikroba bekerja lebih baik daripada sabun biasa.

Justru sabun antimikroba bisa berbahaya. Kandungan zat kimianya bisa mencemarkan air minum di rumah Anda. Sabun yang diasumsikan ampuh membunuh kuman ini ternyata juga mampu melemahkan antibiotik atas bakteri, bahkan membentuk karsinogen atau zat penyebab kanker. Sebaliknya, sabun biasa aman untuk membersihkan tangan Anda dari kuman atau bakteri.

Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah mengolah makanan di dapur. Maklum saja, aktivitas Anda di dapur juga turut mempengaruhi penyebaran kuman. Setelah Anda memegang bahan makanan mentah sepulang belanja, segera cuci tangan Anda. Ada banyak bahan makanan yang memungkinkan menempelnya kuman atau bakteri, seperti telur, daging, ikan, kulit telur, dan unggas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau